www.flickr.com
arisukandar favorit photoset arisukandar favorit photoset

Senin, 13 Juli 2009

Cerita cinta

Share this history on :

Anggap saja nama sepasang suami istri dalam kisah ini adalah Albert dan Ellen.

6 tahun usia pernikahan kami, dan pada tahun-tahun ini Albert menjadi tidak romantis seperti dulu.
Dulu setiap Albert pulang kantor, dia selalu menyempatkan diri untuk membelikanku buah tangan dan memberikannya ketika dia pulang dari bekerja. Namun sekarang, Albert sudah tidak pernah lagi memberikannya untukku. Dan sering kali aku jumpai Albert pulang larut malam dengan alasan banyak sekali urusan kantor yang harus dia selesaikan.

Hal ini membuat aku berpikir, apakah Albert sudah tidak mencintaiku lagi? Sambil menunggu Albert pulang dari kantor, aku menonton televisi dan dari acara televisi yang kutonton, aku mendapatkan cara bagaimana cara menanyakannya kepada Albert.

Inilah percakapan kami setibanya Albert di rumah :

Aku : Bisakah aku bertanya kepadamu?

Albert : Apa yang ingin kau tanyakan ?

Aku : Aku merasa sekarang ini kamu sudah tidak pernah menghargaiku seperti dulu, apakah kamu masih mencintaiku?

Albert : Mengapa kamu bertanya seperti itu ?

Aku : Aku tidak menjawabnya dan langsung memberikannya sebuah pertanyaan lagi, “Jika aku memintamu untuk mengambilkan sekuntum bunga diseberang lautan dan kemungkinan besar kamu akan mati, apakah kamu mau melakukannya untukku?”

Albert : Aku akan menjawabnya besok pagi…Marilah kita beristirahat !!!!.

Pagi-pagi sekali Albert bangun tanpa sepengetahuanku dan menulis sebuah surat yang berisi seperti ini :





To : My Lovely

Aku akan menjawab pertanyaanmu, bila kamu menyuruhku untuk mengambilkan sekuntum bunga di seberanga lautan dan kemungkinan besar aku akan mati, apakah aku akan melakukannya?
jawabanku adalah,

aku tidak akan melakukannya.

Aku mencintaimu secara sederhana, aku ingin menjadi matamu ketika kamu tidak bisa melihat, aku ingin menjadi bahu untukmu bersandar ketika kamu sedang sedih, aku ingin menjadi “tempat sampah” untukmu ketika kamu ingin membuang semua rasa amarahmu dan aku ingin menjadi telinga ketika kamu ingin bercerita.

Jika aku mati hanya untuk sekuntum bunga, siapakah yang akan menjadi semua itu untukmu?
Jika kamu masih mengharapkan keberadaanku, aku sekarang ada di luar menunggumu dan bukakanlah pintu untukku, jika kamu tidak ingin aku ada disisimu, biarkanlah pintu itu tertutup untukku dan aku akan pergi.

:: Albert ::



aku menangis membacanya dan segera berlari ke pintu untuk membukakanya. Aku memeluknya dan berkata, terima kasih sayang, karena telah mencintaiku secara sederhana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar